Hai...

Assalamu'allaikum Wr Wb

Hai teman-teman, apa khabar? Semoga sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT, amiin.

Selamat datang di blog komunitas penulis cilik di Surabaya, FLP Kids Surabaya.

Tertarik untuk bergabung? Kirim email saja ke: flpkids.surabaya@gmail.com

Salam,

FLP Kids Surabaya

Cari Blog Ini

Jumat, 04 Juni 2010

Bola Kesayanganku

Oleh Gangga H. (9 th)

Halo! Namaku Adit. Aku sekolah di Ketabang 1. Aku mempunyai bola yang sangat bagus tapi dia lalu menghilang. Aku sangat sedih. Di pagi hari dia masih tidak ada. Di sore hari aku melihat, tetapi itu punya temanku yang bernama Tito. Dia bermain dengan temanku yang bernama Adi dan Resa. Aku tetap sedih. Aku terus mencari. Ketika malam hari aku melihatnya. Di meja belajar temanku ada bola mirip dengan bolaku. Ketika melihat bola temanku aku langsung bersemangat.

Keesokan harinya, aku terus mencari lalu aku mandi, pakai baju, sarapan lalu mencari di sekolah dan di lokerku. Saat hari minggu aku mencari sampai aku keringetan. Sampai semuanya berantakan buku, meja, kursi, lemari dan pakaian. Aku harus merapikan semuanya, jangan sampai Ayah tahu karena nanti aku dimarahi. Saat hari kamis, aku mencari. Kenapa hari senin, selasa, rabu aku tidak mencari? Karena aku sakit. Jam lima sore hari kamis, aku menemukan bolanya. Ternyata hanya mimpi. Aku tidur lama sekali, dari jam delapan malam sampai jam lima. Bolaku ketemu. Alhamdulillah. Ketemu. Tamat.

Skateboard Kesayanganku

Oleh Gangga H. (9 th)

Halo! Namaku Poalo. Aku dari Jepang ke Indonesia. Aku keliling Indonesia. Pertama, ke Malang. Aku melihat pemain sepak bola yaitu Arema dan Persema. Di Surabaya, aku melihat pemain sepakbola yaitu Persebaya. Lalu ke Kenjeran, aku melihat balapan sepeda motor. Aku ikut BMX skateboard. Aku senang tapi skateboardku hilang. Ketemu, hilang lagi. Aku mencari dengan semangatnya. Aku langsung mencari lalu ketemu. Tamat.

Penghijauan

Oleh Nisa (5 th)
Pohonnya tinggi, daunnya lebar. Pohon jati manfaat daun dibikin buat membungkus nasi. Pohon jati kayunya untuk lemari dan meja.

Kota Bersih

Oleh Tahsyah Nabillah Putri Agra Dewi (9 th)

Rumahku di Sidoarjo. Tempat tinggalku di MCG (Mutiara Citra Graha). Kota Sidoarjo mempunyai pusat kota namanya alun-alun. Aku sering jalan-jalan kesana bersama keluarga. Di alun-alun rame sekali. Banyak pengunjungnya dan banyak sekali orang jualan. Walaupun banyak orang jualan tapi mereka selalu menjaga lingkungan. Ada banyak sekali bunga-bunga di sana yang indah. Ada warna ungu, pink, putih, kuning dan merah. Pemandangannya juga indah, aku senang berkunjung di sana. I love you, alun-alun Sidoarjo.

Selasa, 01 Juni 2010

Rumah yang Sangat Bersih dan Indah

Oleh Azafia Salsabila P. (9 th)

Di desa yang amat terpencil tinggallah dua orang, Ibu dan anak. Meskipun rumah itu kecil tapi bersih. Setiap hari Ibu dan anak itu selalu mencari kayu bakar. Pagi berangkat siang pulang tapi mereka tak lupa membersihkan sekitar rumahnya agar bersih. Biar pun rumah itu kecil tapi bersih dan nyaman. Semua orang suka dating ke rumah itu.
Kadang anak-anak kecil dating ke rumah itu, semua orang suka di rumah itu. Ibu itu sangat ramah orangnya, anak-anak selalu mendekat ke Ibu itu. Biarpun rumahnya kecil dibuat menjadi nyaman dan bersih. Ibu dan anak itu selalu mencari kayu bakar untuk dijual buat membeli kebutuhan sehari-harinya. Ibu itu selalu dikasih uang tapi Ibu itu menolak. Kayu bakar udah puas dengan hasil berjualan kayu bakar.
“Alhamdulillah banyak orang yang dating ke rumah kita.” Kata Ibu itu.
“Iya Bu. Karena rumah kita, biarpun kecil tapi rapid an bersih Bu…” Kata anak itu. Mereka senang karena rumah itu cantik dan bagus. Semua orang iri kepada Ibu itu tak henti-hentinya memuji tentang kebersihan rumah Ibu itu.
Beberapa lama kemudian anak itu mendapat uang dari orang-orang.
“Kembalikan uang itu, Nak.” Kata Ibu.
“Baik Bu.” Kata anak itu. Mereka sudah cukup makan, minum dan beraktifitas. Mereka bersyukur atas kehidupannya yang tentram dan menyenangkan selama ini.

Holiday in Bali

Oleh Rafika Izzatur Rahman (9 th)

Suatu hari waktu tanggal 10 Januari sebuah keluarga berkumpul di ruang keluarga. Di keluarga itu ada delapan anggota keluarga, yaitu: Ayah, Ibu, Zaki, Fahmi, Fira, Sarah, Ray dan Mira berkumpul. Ayah memberitahukan bahwa tanggal 26 Februari 2010 nnati keluarga kita akan berlibur ke Bali. Ayah juga memberitahukan pembantunya juga akan ikut berlibur ke Bali. Fahmi dan Fina bertanya.

“Ayah kita naik apa ke sananya?” Tanya Fina. Lalu Fahmi pun bertanya.

“Apakah yang berlibur hanya keluarga kita saja?” Tanya Fahmi lalu ayah menjawab pertanyaan Fina.

“Kita berangkat naik pesawat.” Jawab Ayah. Lalu Ayah menjawab pertanyaan Fahmi.

“Tidak. Kita tidak berlibur satu keluarga.” Jawab Ayah. Lalu ayah meneruskan jawaban Fahmi.

“Kantor ayah mengadakan acara refreshing ke Bali.” Jawab Ayah.

Beberapa minggu kemudian.

“Anak-anak barang-barang sudah siap. Kita sebentar lagi akan berangkat ke bandara. Kita menaiki pesawat merpati.” Kata ayah dengan terburu-buru. Di pesawat Fina duduk di samping jendela. Bersama teman ayahnya Fina, Zaki, Fahmi, Sarah, Ray dan Mira biasa memanggilnya Om Rochim. Setelah sampai di Bali, keluarga Fina bersama kantor ayahnya menaiki bus dan makan siang ke tempat makan Ayam Betutu. Sehabis itu semua menaiki bus dan menuju Tanah Lot.

Fina tertidur di bus dan tertinggal dengan yang lain. Untung masih ada ayahnya, Ibunya, Sarah, Mira, pembantunya dan Ray. Semua langsung menuju Tanah Lot. Tapi Fina, Ayahnya, Ibunya, Sarah, Ray, Mira dan pembantunya sholat dhuhur dulu. Setelah sholat dhuhur mereka langsung menuju Tanah Lot. Mereka hanya berfoto dan bermain air disana tidak boleh ke laut. Karena ombaknya sangat deras. Lalu mereka cuci-cuci setelah badan mereka kotor. Disana perjalanan menuju pulang banyak orang berjualan.

Setelah itu mereka makan di Jimbaran yaitu restoran Lamsam. Fina, Sarah dan Ray bermain pasir di Jimbaran. Setelah itu mereka tidur di Hotel Puri Dibia, di lantai 5 dan di kamar no 505. fina istirahat di kamar itu bersama keluarga dan pembantunya. Di sana ada 2 lantai. Fina tidur di lantai 2 bersama pembantunya, Sarah, Zaki dan Fahmi.

Keesokan harinya Fina bangun jam 05:30 dan setelah itu Fina dan keluarganya turun dari lantai 5 untuk sarapan di lantai 1. Fina dan keluarganya turun menaiki lift, tapi Zaki ingin lebih cepat. Dia menuruni tangga. Keluarga Fina tidak percaya menuruni tangga lebih cepat daripada menaiki lift. Lepas di lantai satu ternyata benar. Fina tidak percaya kalau menuruni tangga lebih cepat. Akhirnya mereka semua sarapan di lantai satu.

Akhirnya mereka selesai sarapan menaiki bus untuk pergi ke pulau penyu. Di sana ada permainan laut yang banyak. Ada banana boats, flying fish, speed boot dan lain-lain. Untuk menyeberangi lautan untuk sampai di pulau penyu mereka harus menaiki boots. Fahmi tidak bersama keluarga melainkan bersama teman-teman ayahnya. Fahmi manja dengan Om Rochim. Fina berpikir mungkin Om Rochim adalah baby sitternya Fahmi. Setelah itu ditengah-tengah terdapat ikan-ikan hias yang cantik-cantik. Angin berhembus kencang dan ombak semakin besar.

Sampailah di Pulau Penyu. Di sana ada turis dari China dan hewan-hewan seperti Penyu, Ular, Kelelawar, burung Elang, Biawak dan ada burung Nuri. Sarah berfoto bersama Penyu kecil. Zaki berfoto bersama burung Nuri, Penyu kecil, Penyu besar dan burung elang. Setelah puas berfoto di Pulau Penyu mereka kembali ke pantai yang banyak permainannya. Di sana Fina, Ayahnya, Fahmi, Zaki dan teman-teman Ayah Fina bermain banana boats. Semua sudah siap dan banana boats berangkat. Serunya lalu mereka dijeburin ke laut tapi tenang ada yang menolong dan untung mereka memakai pelampung. Akhirnya mereka kembali ke pantai.

Akhirnya mereka makan siang di Ulum dan memesan ruangan berAC. Akhirnya mereka makan dan selesai makan mereka menuju Uluwatu. Di sana harus lewat samping, tidak tahu kenapa sebelumnya mereka harus melewati rintangan dengan monyet-monyet nakal. Di sana monyet-monyet nakal itu merusak barang-barang, hati-hati. Di Uluwatu sangat panas mereka tidak tidak sempat berfoto karena panas. Mereka pulang menaiki bus.

Setelah itu mereka menuju Dreamland. Di sana juga panas dan ada rintangannya. Mereka harus menaiki dan menuruni tangga yang sangat banyak. Setelah itu baru mereka bermain di sana. Semakin sore semakin kencang ombaknya. Fina bermain air bersama Sarah. Waktu tidak ada Sarah dan hanya ada Om Rochim di depan Fina, Fina hampir terseret ombak. Untung ada Om Rochim. Fina di tarik Om Rochim. Setelah itu mereka makan di Garuda Wisnu Kencana/ Jendela Bali. Di Garuda Wisnu Kencana mereka melihat tarian adat Bali. Akhirnya mereka pulang ke hotel dan beristirahat. Di Hotel Fina lapar dan akhirnya makan di sebuah warung.

Keesokan harinya Fina bangun 05:30. sarapan, baru menaiki bus dan mereka menuju Krisna, tempat oleh-oleh Bali. Fina beli baju, kipas dan oleh-oleh untuk teman Fina. Akhirnya menaiki bus dan menuju kampong Bali. Di sana barangnya sudah jelek dan mahal. Akhirnya mereka sholat dan menuju bandara. Akhirnya mereka pulang dengan rasa senang.

Taman

Oleh Faiz (9 th)

Taman adalah halaman yang dipenuhi warna hijau. Warna hijau itu adalah pepohonan, rumput dan dedaunan. Kalau tidak ada penghijauan, siapa yang menghirup polusi. Pasti manusia. Pepohonan juga dapat melindungi kita dari kepanasan dan kehujanan. Kita harus bersyukur pada Allah karena jika tidak ada pepohonan polusi pasti akan kita hirup. Jika tidak ada pohon pasti kita akan kepanasan. Jika ada pohon kita tidak akan kepanasan.